Trend spt itu menunjukkan, publik baru tahu dari media. Dan karena belum/tidak ada akun media sosial dari pak Achmad Yurianto, akan ada delay komunikasi.

Berbeda dengan Malaysia, dimana @DrDzul sebagai pejabat kementerian kesehatan, yg juga aktif di Twitter.

— Ismail Fahmi (@ismailfahmi) March 4, 2020