230 ribu data screening COVID-19 Indonesia yang bocor dijual hanya seharga 200 USD atau 2.8 juta rupiah.

Berdasarkan pemeriksaan yang saya lakukan, data tersebut kemungkinan didapatkan dari Pemprov atau RS di Bali, jadi bukan seluruh Indonesia.

cc : @gendovara pic.twitter.com/JRejFgV05o

— Teguh Aprianto (@secgron) June 20, 2020