230 ribu data screening COVID-19 Indonesia yang bocor dijual hanya seharga 200 USD atau 2.8 juta rupiah.
— Teguh Aprianto (@secgron) June 20, 2020
Berdasarkan pemeriksaan yang saya lakukan, data tersebut kemungkinan didapatkan dari Pemprov atau RS di Bali, jadi bukan seluruh Indonesia.
cc : @gendovara pic.twitter.com/JRejFgV05o