@kumparan Mojtaba Khamenei ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang wafat di Teheran lebih dari sepekan lalu. Penunjukan tersebut diputuskan oleh badan ulama tertinggi Iran, Majelis Pakar, dalam pernyataan yang dirilis setelah tengah malam pada Senin (9/3). Dalam proses pemilihan tersebut, beberapa nama lain sempat menjadi kandidat, di antaranya Alireza Arafi, Mohsen Araki, serta Hassan Khomeini, cucu pendiri Republik Islam Iran tahun 1979. Namun pada akhirnya majelis memilih Mojtaba Khamenei yang kini berusia 56 tahun untuk memimpin negara tersebut. Dikutip dari AFP, Mojtaba lahir pada 8 September 1969 di Mashhad, Iran timur. Ia merupakan putra kedua dari enam anak Ayatollah Ali Khamenei. Selama ini, pengaruh Mojtaba di Iran kerap menjadi spekulasi karena sikapnya yang tertutup dalam upacara resmi maupun di media. Meski tidak memiliki jabatan resmi, ia dikenal sebagai satu-satunya anak mantan pemimpin tertinggi yang memiliki peran publik. Ulama dengan janggut beruban dan sorban hitam khas “seyyed” itu juga kerap disebut sebagai sosok yang berpengaruh di balik layar dalam pusat kekuasaan Iran. Kedekatan itu berawal dari masa baktinya di unit tempur pada akhir perang Iran-Irak yang berlangsung pada 1980 hingga 1988. 📸: Dok. AP Photo, Shutterstock. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play. 📝: focus | mojtabakhamenei | news | infog | R158 | E164 | C069 | V343 #bicarafaktalewatberita #kumparan
♬ News Report - Dark strings with tension(1547615) - SoLaTiDo