@kumparan Perencana keuangan membeberkan penyebab menurunnya angka pernikahan di Indonesia, berkaitan dengan faktor ekonomi, sosial budaya, hingga pendidikan. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), angka pernikahan per tahunnya sempat mencapai rekor tertinggi sebanyak 2,21 juta pasangan, pada 2013 lalu. Tapi di tahun-tahun selanjutnya kemudian bergerak fluktuatif, lantas konsisten turun lima tahun berturut-turut sejak 2019, hingga di bawah angka 1,6 juta pasangan pada 2023. “Jadi berdasarkan data ini dapat disimpulkan bahwa yang menunda pernikahan semakin banyak,” kata Perencana keuangan Mike Rini menuturkan kepada kumparan, Jumat (8/3). Mike Rini menilai faktor ekonomi bisa menjadi penyebab mengapa generasi muda untuk menunda pernikahan sehingga menyebabkan angka pernikahan menurun. Salah satunya, berkaitan dengan tingginya biaya pernikahan. 📸: Dok. Shutterstock/Ilustrasi focus angkapernikahan bisnis videonews pernikahan nikah indonesia kumparan
♬ original sound - kumparan - kumparan