@kumparan

Internet Starlink besutan Elon Musk, sekejap menarik perhatian publik. Namun, muncul persoalan karena antena Starlink perlu ditempatkan di area terbuka tanpa ada halangan di atasnya. Dari segi biaya pun, Starlink lebih mahal dari internet seluler atau fixed broadband. Starlink terdiri dari perangkat yang membutuhkan akses jaringan langsung ke satelit Low Earth Orbit (LEO). Antena atau penerima sinyal ini harus dipasang di area yang terbuka tanpa ada halangan di atasnya, seperti dahan ranting pohon, atap rumah, beton, dan genteng. Persoalan pun muncul bagi para pengguna di area perkotaan seperti perumahan, atau apartemen, di mana tempat kediaman bisa jadi terhalang tower lain yang lebih tinggi. Antena Starlink sejatinya, memang terus bergerak mendeteksi konstelasi satelit di angkasa. Hal ini dialami oleh pengguna Starlink di Jakarta, Ramda Yanurzha. Dalam akun X nya, ia berbagi pengalaman harus memindahkan antena dari halaman rumah ke atap supaya sinyal yang didapatkan maksimal. Selain perihal lokasi antena, biaya Starlink pun tergolong mahal. Untuk paket bulanan Residensial, Starlink mematok harga mulai Rp 750 ribu dan harus membeli kit perangkat (beli di awal) dengan harga mulai Rp 7,8 juta. 📸: Dok. Pribadi/Ramda Yanurzha. #editorial #focus #starlink #teknosains #videonews #collab #internet #elonmusk #spacex #internetsatelit #internetkabel #wifi #kumparan

♬ original sound - kumparan - kumparan