@kumparan

Perempuan yang saat ini lebih mendominasi perguruan tinggi dibandingkan laki-laki, menurut dosen sosiologi Universitas Padjadjaran, Farah Firsanty, itu adalah fenomena reversal of gender inequalities in higher education. Menurutnya, fenomena ini pun terjadi di negara-negara maju dunia. Dalam penelitian yang dilakukan, Vincent-Lancrin menjabarkan bahwa telah terjadi perubahan ketimpangan gender dalam pendidikan tinggi yang awalnya didominasi laki-laki. Menurut penelitiannya, sejak akhir 1990-an, proporsi perempuan dalam pendidikan tinggi lebih banyak ketimbang laki-laki di 30 negara OECD. Di Australia, misalnya, proporsi mahasiswa perempuan pada 1985 ada di angka 47 persen. Namun pada 1990, proporsinya naik menjadi 52 persen. Kemudian pada 2005 menjadi 54 persen. Tren di negara-negara OECD lain pun begitu. Situasinya berbalik dari laki-laki yang mendominasi menjadi perempuan yang mendominasi perguruan tinggi. Dalam penelitiannya, disebut juga penyebab yang mengakibatkan fenomena keunggulan perempuan dalam pendidikan tinggi dibanding laki-laki. Beberapa faktor yang ditemukan, mulai dari perempuan memilih menikah di usia yang lebih tua dibanding tahun-tahun sebelumnya, sampai menurunnya diskriminasi terhadap perempuan di pasar tenaga kerja. 📸: Dok. Shutterstock/Ilustrasi. Follow WhatsApp Channel kumparan untuk dapat Informasi terpercaya dikirim langsung ke WhatsApp kamu. Ketik kum.pr/WAchannel di browser kamu sekarang, agar bisa share informasi tanpa ragu. #focus #perempuankuliah #news #videonews #mahasiswa #perguruantinggi #universitas #politeknik #sarjanaperempuan #pendidikantinggi #perempuanberdaya #mahasiswaperempuan #bicarafaktalewatberita #kumparan

♬ original sound - kumparan - kumparan