@kumparan

Kerusuhan di Nepal semakin meluas setelah massa membakar kantor Presiden Sheeal Niwas dan rumah Perdana Menteri KP Sharma Oli yang baru saja mundur. Kediaman Oli di Balkot awalnya dikepung massa yang menuntut pertanggungjawaban atas kematian demonstran sehari sebelumnya, sebelum akhirnya dibakar. Pada saat yang hampir bersamaan, kantor Presiden juga mengalami nasib serupa, menambah daftar gedung pemerintahan yang dirusak setelah parlemen dan Mahkamah Agung. Aksi ini merupakan kelanjutan dari demonstrasi besar yang dipicu oleh korupsi merajalela serta kebijakan pemerintah memblokir media sosial. Kemarahan rakyat semakin diperkuat oleh gaya hidup mewah anak-anak pejabat yang dipamerkan di media sosial, kontras dengan kondisi ekonomi rakyat di Nepal yang termasuk negara termiskin di Asia. Situasi memanas membuat unjuk rasa yang awalnya damai berujung pada kerusuhan besar. Hingga kini, bentrokan antara massa dan aparat telah menewaskan sedikitnya 19 orang serta melukai ratusan lainnya. Polisi menggunakan gas air mata dan peluru karet untuk membubarkan massa, namun warga menuding ada penggunaan peluru tajam. Kerusuhan ini mendorong semakin banyak warga dari berbagai wilayah bergerak menuju Kathmandu, memperbesar skala demonstrasi di ibu kota. 📸: Dok. AFPTV/AFP/Manish Devkota, AFPTV/AFP/Anup OJHA. Jaga Indonesia lewat fakta sebuah gerakan kolaboratif untuk mendorong masyarakat lebih kritis, bijak, dan selalu berpegang pada fakta dalam menyikapi isu-isu serta persoalan bangsa. Seluruh masyarakat indonesia harus berperan aktif menjaga Indonesia dari berbagai sisi, mulai dari ekonomi, politik, pendidikan, pangan, energi, lingkungan, hingga kebudayaan. Mari bersama jaga Indonesia lewat fakta. #focus #demonepal #news #vidol #demo #internasional #nepal #genz #demonstrasinepal #korupsi #info #infoterkini #berita #beritaterkini #jagaindonesia #bicarafaktalewatberita #kumparan #JagalndonesiaLewatFakta

♬ original sound - kumparan - kumparan