@kumparan Pemblokiran media sosial, isu gaya hidup anak pejabat, sampai korupsi yang merajalela jadi pemicu demo yang didominasi Gen Z di Kathmandu, Nepal, pada Senin (8/9) kemarin. Aksi berawal dari diskusi di Reddit, TikTok, sampai Instagram, berujung ajakan turun ke jalan. Untuk mengorganisir demonstrasi, akun media sosial bernama Gen.Z Nepal di Instagram mulai membagikan informasi seperti apa yang harus dan jangan dilakukan selama demo, meminta demonstran tetap menjalankan aksi dengan damai, dan memperingatkan kemungkinan orang luar yang akan menyusup selama demonstrasi. Penekanan pada prinsip non-kekerasan bahkan dipuji oleh para aktivis. Demonstran muda, Taya Chandra Pandey, bilang demonstrasi ini menunjukkan Gen Z punya daya tahan. "Melihat tingginya partisipasi Gen Z, saya melihat harapan. Ini tidak dilakukan oleh partai politik manapun; murni didorong oleh Gen Z. Kita telah menunjukkan bahwa kita memiliki kekuatan untuk mempertahankan gerakan ini," kata Pandey. 📸: Dok. Reuters. Pesan redaksi: Demonstrasi merupakan hak warga negara dalam berdemokrasi. Untuk kepentingan bersama, sebaiknya demonstrasi dilakukan secara damai tanpa aksi penjarahan dan perusakan fasilitas publik. Jaga Indonesia lewat fakta sebuah gerakan kolaboratif untuk mendorong masyarakat lebih kritis, bijak, dan selalu berpegang pada fakta dalam menyikapi isu-isu serta persoalan bangsa. Seluruh masyarakat indonesia harus berperan aktif menjaga Indonesia dari berbagai sisi, mulai dari ekonomi, politik, pendidikan, pangan, energi, lingkungan, hingga kebudayaan. Mari bersama jaga Indonesia lewat fakta. #focus #demonepal #news #videonews #demo #internasional #nepal #genz #demonstrasinepal #korupsi #info #infoterkini #berita #beritaterkini #jagaindonesia #bicarafaktalewatberita #kumparan #JagaIndonesiaLewatFakta
♬ original sound - kumparan - kumparan