@kumparan

Menteri Agama Nasaruddin Umar menilai pesantren di Indonesia terlalu tawaduk dan harus lebih proaktif mencari anggaran. Ia menyebut 95 persen pesantren dikelola swasta dan bergantung pada dana mandiri, sementara bantuan dari Kemenag sangat terbatas. “Masyarakat terlalu mempercayakan anak-anaknya kepada pondok pesantren, tapi tidak berbanding lurus dengan anggaran yang dimilikinya,” kata Nasaruddin di Jakarta, Selasa (7/10). Ia juga menegaskan bahwa Kemenag belum memiliki anggaran cukup untuk membiayai 42 ribu pesantren di seluruh Indonesia. Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo memastikan dana audit dan perbaikan bangunan pesantren yang rawan akan diambil dari APBN. “Insyaallah cuma dari APBN ya. Kalau soal anggaran, Insyaallah cukup lah,” ujarnya. Langkah ini dilakukan setelah tragedi ambruknya Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo, yang menewaskan 65 orang akibat dugaan masalah konstruksi. 📸: Dok. kumparan, Shutterstock, Antara. Follow WhatsApp Channel kumparan untuk dapat Informasi terpercaya dikirim langsung ke WhatsApp kamu. Ketik kum.pr/WAchannel di browser kamu sekarang, agar bisa share informasi tanpa ragu. #focus #auditponpes #news #videonews #ponpes #dodyhanggodo #pondokpesantren #izinpbg #cakimin #info #infoterkini #berita #beritaterkini #bicarafaktalewatberita #kumparan

♬ original sound - kumparan - kumparan