@kumparan Di Saringan Sampah TB Simatupang (SSTBS), Jakarta Selatan, berbagai jenis sampah besar seperti sofa, lemari, hingga guci giok pernah masuk sebelum dihancurkan atau diolah kembali. Pengawas SSTBS, Adhitya Oktabery, menjelaskan bahwa semua jenis bulky waste diterima tanpa kecuali, baik dari kayu, logam, hingga elektronik rusak. Tujuan utamanya adalah mengurangi volume sampah yang dikirim ke Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang agar Jakarta bisa mencapai target pengelolaan sampah berkelanjutan. Namun, tak semua sampah langsung dimusnahkan. Di tangan para petugas, banyak barang bekas yang justru disulap jadi benda berguna. Dari ban bekas yang dijadikan pot tanaman, besi tua yang disusun ulang jadi kursi, hingga kulkas rusak yang diubah jadi media tanam. Adhit menyebut, inisiatif ini lahir dari semangat untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah, bahwa tidak semua barang bekas harus dibuang, melainkan bisa dimanfaatkan kembali. Selain membantu mengurangi beban Bantargebang, hasil daur ulang di SSTBS juga disalurkan untuk kegiatan masyarakat. Beberapa hasil karya seperti ondel-ondel dari korek gas bekas dan mainan anak dari limbah plastik telah dibagikan ke warga sekitar. Dengan berbagai inovasi ini, SSTBS tak hanya jadi tempat pembuangan, tapi juga pusat kreativitas yang membuktikan bahwa sampah bisa punya nilai baru bila dikelola dengan bijak. 📸: Dok. kumparan/Nasywa Athifah. Follow WhatsApp Channel kumparan untuk dapat Informasi terpercaya dikirim langsung ke WhatsApp kamu. Ketik kum.pr/WAchannel di browser kamu sekarang, agar bisa share informasi tanpa ragu. #focus #bulkywaste #news #svl #tempatpembuanganakhir
♬ original sound - kumparan - kumparan