@kumparan

Keluarga Yoga Nauval, operator foto udara tim air surveillance Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), menggelar doa bersama di rumah orang tua di Pondok Bambu, Jakarta Timur, pada Minggu (18/1) malam. Doa bersama itu digelar untuk memohon keselamatan Yoga yang menjadi korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar. Paman Yoga, Yuda, mengatakan keluarga hingga kini belum mengetahui keberadaan Yoga. Ia mengajak keluarga dan kerabat untuk bersama-sama mendoakan agar Allah memberikan mukjizat terbaik bagi Yoga Nauval. Doa bersama dipimpin seorang ustaz dan diikuti pembacaan Surah Al-Fatihah hingga Yasin. Sementara itu, rumah orang tua Yoga mulai didatangi kerabat dan keluarga lainnya. Sejumlah tenda dan kursi disiapkan untuk para tamu yang datang silih berganti. Hingga kini keluarga masih diselimuti duka dan menunggu kabar dari pihak berwenang yang tengah melakukan proses evakuasi. Yoga diketahui merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang tergabung dalam tim air surveillance Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) sebagai operator foto udara. Pesawat yang ditumpanginya dicarter Ditjen PSDKP KKP untuk menjalankan tugas pengawasan saat hilang kontak pada Sabtu (17/1). Menurut tetangga, Yoga merupakan suami dan ayah dari seorang anak berusia 7 tahun. Pria berusia 30 tahun itu dikenal ramah dan rendah hati oleh warga sekitar. Pesawat rute Yogyakarta–Makassar yang membawa tiga pegawai KKP dan tujuh kru tersebut hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Serpihan pesawat ditemukan di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep. Terbaru, seorang korban tewas berjenis kelamin laki-laki telah ditemukan, sementara korban lainnya masih dalam pencarian. 📸: Dok. kumparan/Abid Raihan. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play. #focus #atrjatuh #news #videonews #kumparan

♬ suara asli - kumparan - kumparan