@kumparan

Ketua Badan Sosialisasi MPR Abraham Liyanto buka suara terkait polemik penilaian dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang menuai sorotan. Abraham menyebut persoalan dalam lomba tersebut terjadi akibat kesalahan teknis, terutama pada sound system yang membuat juri tidak mendengar jawaban peserta secara jelas. “Oke jadi itu dari Sekretariat MPR ya yang melaksanakan, sudah kita rapatkan, itu masalah teknis saja, sound system-nya yang terganggu. Sehingga juri yang berdua itu tidak dengar jelas,” ujar Abraham saat dihubungi kumparan. Abraham menyebut, masalah tersebut tidak langsung diambil tindakan replay oleh penyelenggara acara. Ia menegaskan, polemik itu terjadi karena miskomunikasi akibat gangguan teknis dalam perlombaan. Polemik terjadi dalam lomba Cerdas Cermat Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang digelar pada 9 Mei 2026. Saat itu, regu SMAN 1 Pontianak mendapat nilai minus 5 karena jawabannya dinilai salah. Namun, regu SMAN 1 Sambas memberikan jawaban yang sama dan justru memperoleh nilai 10 karena dianggap benar. 📸: Dok. YouTube MPR. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.⁠ 📝: focus | cerdascermatmpr | news | videonews | R120 | E164 | V114 #bicarafaktalewatberita #kumparan

♬ original sound - kumparan - kumparan