@kumparan

Sodorkan 19 abstrak di konferensi ilmiah di Denmark, diduga gak akurat, ada fabrikasi data dan pemakaian AI. Dugaan pemalsuan riset diungkap Wa Ode Dwi, peneliti RI bidang medis di University of Oxford. Dwi temukan kejanggalan abstrak ilmiah dari sekelompok periset RI pada International Society of Pneumonia and Pneumococcal Diseases (ISPPD) 2026 yang berlangsung 17-21 Mei. Menurutnya, jumlah 19 abstrak tak masuk akal dibuat dalam waktu singkat. Apalagi, katanya, ada fabrikasi data dalam abstrak tersebut. Salah satu yang disoroti Dwi adalah soal adanya grafik "serotipe O" di bakteri penyakit pneumokokus. Bakteri ini diklasifikasikan ke dalam serotipe berdasarkan struktur kimia kapsul polisakarida yang menyelubunginya. Inilah yang menentukan keganasan bakteri dan jadi dasar pembuatan vaksin. Di bakteri itu, ada 107 serotipe. Tapi, kata Dwi, harusnya tidak ada "serotipe O". 📸: Dok. Wa Ode Dwi Daningrat, Istimewa, Shutterstock/Ilustrasi, Instagram “@w.o.d.d. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play. 📝: focus | risetpalsuwni | news | svl | R376 | R158 | E037 | V162 | V161 #bicarafaktalewatberita #kumparan

♬ original sound - kumparan - kumparan